Jumat, 05 April 2019

Aku yang terlalu berharap

Mungkin, aku terlalu berharap menjadi sahabat KALIAN

Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kalian hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna lagi ketika sosok kalian hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Percakapan kita yang tiap harinya hanya biasa biasa saja , tetapi seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.

Aku menjadi takut kehilangan kalian. Siksaan datang bertubi-tubi ketika kalian tidak berada di sampingku. Kalian seperti mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun. Aku bahkan tak bisa sedetikpun jauh dari kalian, aku membutuhkan kalian seperti aku butuh udara. Napasku akan tercekat jika sosok kalian hilang dari pandangan mataku. Salahkah jika kalian itu selalu ku nomorsatukan?.

Tapi... entah mengapa sikap kalian tidak seperti sikapku. Perhatian kalian tak sedalam perhatianku. Tatapan mata kalian tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan di antara aku dan kalian? Apakah kalian tak merasakan yang juga aku rasakan? 

Jika sikap dan perilakuku ada yang membuat kalian tak enak hati denganku, beritahu apa kesalahanku. Hati ini merasakan sesuatu yang ganjal ketika tak bersama kalian, aku bagaikan orang yang tersesat dalam lambirin yang tak ada ujung jalan keluarnya. Hanya berlari disitu situ saja tanpa berpindah tempat.